• DIRGAHAYU HUT KOTA KEFAMENANU KE-95
  • Met Ultah 95 Tahun Kota Kefamenanu
  • Kantor DPRD Kabupaten TTU
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Pacuan Kuda di Tanjung Bastian
  • Kantor Bupati Kabupaten TTU
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara

Upacara Parade Detik-Detik proklamasi Kemerdekaan RI 72

Bertempat di Halaman Kantor Bupati Timor Tengah Utara, pada Kamis 17 Agustus 2017, Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes, S.Sos bertindak sebagai Inspektur Upacara Bendera memperingati 72 Tahun Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.  Hadir dalam upacara ini, Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt, mantan Bupati TTU, Ketua DPRD Kab. TTU, Sesepuh Kabupaten TTU, Anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Ketua Pengadilan Negeri Kefamenanu, Anggota DPRD Propinsi NTT asal dapil. TTU& Belu, Kepala Kantor Pengadilan Agama Kefamenanu, Komandan Pamtas RI RDTL Sektor Barat, Sekretaris Daerah dan para Asisten, Rektor Universitas Timor, Ketua Tim Penggerak PKK Kab. TTU, para Pejabat TNI, POLRI, Pimpinan Organisasi Wanita, Pimpinan Perangkat Daerah, Pimpinan Instansi Vertikal di Daerah, serta Pimpinan Lembaga-lembaga non Pemerintahan, para Tokoh Agama dan Tokoh Adat, Tokoh Pendidikan dan Tokoh Masyarakat, Tokoh Etnis dan Insan Pers, serta para PNS, TNI, POLRI dan masyarakat.

Bupati TTU dalam sambutannya mengajak seluruh peserta upacara untuk bersyukur atas Hari Kemerdekaan yang ke 72. Bupati melanjutkan, Proklamasi Kemerdekaan yang kita raih 72 tahun yang lalu, merupakan jembatan untuk memakmurkan rakyat, untuk menegakan keadilan dan untuk membuat seluruh rakyat meraih kemajuan yang sama dan untuk mencapai semua itu kita harus membangun. Bupati TTU mengingatkan bahwa jaman akan terus berubah, menggilas semua mereka yang tidak mampu dan tidak cepat menyesuaikan diri. Kita mesti dan harus tampil sebagai pemimpin dan penggerak perubahan, sehingga kita dapat sejajar dengan daerah-daerah lainnya yang lebih maju dan lebih makmur.  Melalui tema nasional Kerja Bersama kita semua di gugah untuk meyakini, bahwa percepatan pembangunan nasional dan daerah, tidak akan mungkin terjadi bila masih berjalan sendiri-sendiri atau hanya bergantung pada kemauan dan kemampuan pemerintah pusat.

Bupati TTU menyerukan, mari kita tinggalkan ego kita, mari kita tinggalkan prasangka-prasangka buruk kita terhadap orang atau kelompok tertentu, termasuk terhadap setiap kebijakan pemerintah dan pemerintah daerah, tetapi marilah kita bergandengan tangan membiasakan diri berpikir positif, bekerja bersama dan saling mendukung, saling menguatkan untuk kemajuan TTU. Lanjut Bupati, janganlah kita berpikir akan apa yang aku atau kami dapat / berapa keuntungan dari TTU, melainkan berlomba-lomba untuk memberikan sesuatu yang positif untuk daerah TTU. Bupati melanjutkan bahwa kita adalah bangsa yang merdeka dan punya harga diri karena itu kita tidak boleh menjadi budak bagi bangsa dan orang lain. Bupati mengajak semua masyarakat untuk berani melawan Human Traficking, karena merupakan sebuah penghinaan terhadap nilai manusia. Bupati menegaskan, bahwa situasi ini harus dilawan secara bersama-sama  dan kita tidak boleh diam karena kita adalah orang-orang yang merdeka. Bupati melanjutkan bahwa mulai tahun ini Pemerintah Daerah akan membangun Balai Latihan Kerja untuk melatih calon tenaga kerja.

Bupati TTU juga menekankan pentingnya meningkatkan SDM di TTU, yang menjadi salah satu Misi pembangunan di TTU yang menjadi perhatian bersama. Sejak tahun 2010 hingga saat ini, angka partisipasi sekolah semakin membaik, angka kematian ibu dan bayi serta angka gizi buruk di TTU semakin menurun. Dalam RPJMD tahun 2016-2021 pemerintah tetap mengarahkan perhatian pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan di Kabupaten TTU. Karena itu pemerintah terus mendorong pembangunan dibidang pendidikan dan kesehatan. Bupati menyampaikan apresisasi kepada para guru dan tenaga kesehatan yang bekerja sungguh-sungguh untuk kesejahteraan masyarakat TTU. Bupati juga menyampaikan Termakasih kepada semua pendidik dan tenaga kesehatan di wilayah-wilayah terpencil yang dalam berbagai kekurangan telah berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Lanjut Bupati, Kita patut menyampaikan terima kasih kepada pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo yang telah mendengar suara hati dari daerah-daerah tertinggal termasuk kabupaten TTU yang merupakan garda depan NKRI yang padanya kedaulatan NKRI dipertaruhkan.

Pertumbuhan ekonomi TTU menunjukan trend yang meningkat, hingga tahun 2016, daerah dalam angka tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Kab. TTU sebesar 4,87% atau meningkat sebesar 0,17% dari tahun 2015. Pada tahun 2010 lalu, kondisi kemiskinan  di Kab. TTU sebesar 65,38% dan di akhir tahun 2015 kondisi kemiskinan mengalami penurunan menjadi 34,10%. Sesuai target RPJMD, pada akir tahun 2017 angka kemiskinan menurun menjadi 21,09% dan pada akir periode kepemimpinan kami pada tahun 2021 nantiangka kemiskinan di TTU ditargetkan menjadi 19,09%. Untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pemerintah telah menetapkan program-program priorotas pembangunan yang termuat dalam RPJMD 2016-2021. Pada periode pembangunan daerah saat ini kita focus pada langkah-langkah terobosan untuk pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas SDM. Melalui program Bedah Rumah Rakyat Tidak Layak Huni, pemerintah akan mendorong terbangunnya 30.046 unit rumah hingga tahun 2021. Untuk mendukung peningkatan pendapatan masyarakat pemerintah daerah tetap melanjutkan program Padat Karya Pangan dan program Desa Mandiri Cinta petani. Pemerintah juga mendorong peningkatan infrastruktur, baik jalan, jembatan dan lainnya yang dapat menopang laju pertumbuhan ekonomi.

Bupati TTU melihat, kini adanya senyuman di wajah saudara-saudara di Mutis dan beberapa daerah lain yang kini dapat menikmati listerik, bahkan ditahun 2019 dalam kerjasama dengan PLN, semua desa akan menjadi terang, Dengan kerja sama dengan pemerintah pusat, jalan Noelelo - Saenam akan dibangun dirtahun 2018. Pemerintah Daerah juga mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor pariwisata. Mulai tahun ini pemerintah membangun obyek wisata baru di kota Kefamenanu, sebagai Ume Naek Ume Mese, yakni pembangunan Taman Doa dan Patung Kristus Raja. Pembangunan obyek wisata religius ini hendaknya tidak hanya dilihat sebagai suatu program untuk menghambur-hamburkan anggaran daerah, tetapi ini adalah bentuk investasi jangka panjang daerah di sektor pariwisata.

Aspek fisik perkotaan kefamenanu telah mlai dibangun. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah belum tersedianya jalan yang mudah diakses masyarat. Pemerintah daerah telah mulai memberikan perhatian khusus terhadap pembangunan jaringan transportasi. Pemerintah Daerah juga sudah mulai menata kawasan perdagangan di kota Kefamenanu. Bupati Mengajak semua elemen untuk bergandengan tangan dan bersama-sama bekerja untuk TTU yang lebih baik. Kita hanya dapat membuat terobosan bagi kemajuan TTU kalau pola pikir kita progresif, optimis dan inofatif. Selama kita terkungkung oleh sikap pesimis dan tidak sadar bahwa sebagian dari hambatan kemajuan daerah TTU justru datang dari diri kita sendiri, selama masing-masing pihak berjalan sendiri-sendiri dan memperjuangkan kepentingan pribadi dan golongannnya. Perahu kita tengah berlayar menuju TTU yang lebih sejahtera, mari bersama berdayung, sumbangkan pikiran dan tenagamu sebab hanya dalam kebersamaan kita akan sampai ke pantai kesejahteraan bersama menuju kemajuan Indonesia Raya. Dirgahayu Republik Indonesia. Dirgahayu Negeri Pancasila. Merdeka..Merdeka..Merdeka…

Hits: 279

Traffic

  • IP: 54.157.81.13
  • Browser: unknown
  • Browser Version: unknown
  • Operating System: unknown