• DIRGAHAYU KOTA KEFAMENANU. SELAMAT HUT KE-96
  • SELAMAT HUT RI KE-74. DIRGAHAYU NKRI. MERDEKA!
  • Kantor DPRD Kabupaten TTU
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Pacuan Kuda di Tanjung Bastian
  • Kantor Bupati Kabupaten TTU
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara

Even Lomba Pacuan Kuda Harus Mampu Membawa Dampak Ekonomi bagi Masyarakat Pantura

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Timor Tengah Utara kembali menggelar kejuaraan Pacuan Kuda Piala Bupati TTU di arena pacuan kuda Tanjung Bastian Desa Humusu Wini, Kecamatan Insana Utara. Menurut rencana, lomba tersebut akan berlansung selama empat hari, yakni dari tanggal 1 sampai dengan 4 Agustus 2019. Sebanyak 118 kuda pacu  dari  6 kabupaten dan negara Timor Leste akan berpacu sekuat tenaga untuk menjadi yang terdepan dan tercepat di setiap kelas dan ren yang diperlombakan. Kuda terbanyak berasal dari kabupaten TTU sebanyak 46 ekor, disusul Kota  kupang  35  ekor, Kabupaten Kupang  34 ekor, Belu 16  ekor, Rote Ndao 11 ekor,  Malaka 3 ekor,  dan Timor Leste 7 ekor. Perlombaan tersebut memperebutkan hadiah berupa uang  tunai  dan sapi lokal dengan total hadiah  sebesar Rp.235.800.000.

Bupati Raymundus Sau Fernandes, S.Pt ketika membuka kegiatan  tersebut pada Kamis, 1 Agustus 2019, mengingatkan kembali mengenai misi pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal  dalam even lomba pacuan kuda di Tanjung Bastian. Bahwa  penyelenggaraan lomba pacuan kuda piala bupati pada setiap tahun anggaran, harus mampu   membawa dampak atau efek ekonomi bagi masyarakat Pantura. Masyarakat Wini dan sekitarnya seharusnya tidak  hanya menjadi penonton dan pembeli, tetapi harus mampu tampil sebagai  pelaku ekonomi selama perlombaan berlangsung, misalnya dengan membuka warung makan, menjual buah-buahan, kelapa muda, ikan segar, dan barang-barang lainnya yang dibutuhkan pengunjung. Untuk itu Bupati Raymundus menugaskan Camat Insana Utara, para Kepala Desa dan tokoh-tokoh adat  dari setiap desa, untuk  bersama-sama mulai menggerakkan dan mendorong masyarakat Pantura agar mau dan mampu menjadi pelaku ekonomi pada even pacuan kuda di tahun-tahun yang akan datang.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Raymundus juga mempertanyakan keseriusan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam menjaga dan merawat kawasan obyek wisata Tanjung Bastian. Sebab menurut amatannya, kawasan obyek wisata Tanjung Bastian sepertinya tidak terurus dengan baik atau  dibiarkan terlantar oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata selaku Dinas teknis yang mengelola obyek wisata Tanjung Bastian, termasuk arena Pacuan Kuda yang ada di dalam kawasan tersebut. Hal tersebut terlihat dari beberapa fasilitas penunjang yang ada dalam kawasan Tanjung Bastian yang  sudah tidak berfungsi  seperti pipa air dan toilet; padahal air dan toilet merupakan kebutuhan para pengunjung. Untuk itu, Bupati Raymundus meminta Plt. Kadis Kebudayaan dan Pariwisata agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja petugas atau pegawai yang ditugaskan untuk mengurus  obyek wisata Tanjung Bastian.

(John Hadirman)

Hits: 293