Bupati TTU membuka Workshop Hasil Penelitian Pengembangan Model Iklim di Kabupaten TTU

Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) dan Mantri Tani harus menjadi teladan dan mampu memberikan pendampingan bagi masyarakat terkait pemanfaatan perubahan iklim di bidang pertanian. Dimikian dikemukakan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes,S.Pt,  ketika membuka acara Workshop hasil penelitian pengembangan model iklim untuk proyeksi pola curah hujan, penentuan perkiraan masa tanam, analisis potensi bencana dan penyebaran penyakit  terkait  perubahan iklim di Kabupaten Timor Tengah Utara bagi Petugas Penyuluh Lapangan, Mantri Tani, Camat, Kepala Desa/Lurah/Pimpinan SKPD dan LSM di Aula Lantai II Kantor Bupati Timor Tengah Utara, tanggal, 13 Juni 2014.

 

Dikatakan, apabila keteladanan itu dimulai dari Petugas Penyuluh Lapangan dan Mantri Tani, maka Bupati Ray yakin, usaha pertanian di Kabupaten TTU akan berhasil dan tentunya kesejahteraan masyarakat akan terwujud.
 Lebih lanjut Bupati Ray mengatakan, perubahan mutlak terjadi dalam kehidupan manusia termasuk perubahan iklim yang telah dirasakan sejak tahun 2002, dan hal ini tidak dapat dihindari, melainkan harus dihadapi.

Untuk itu Mantan Ketua DPRD dan Wakil Bupati TTU ini, menyambut baik dan memberi penghargaan yang tinggi atas kerjasama  yang dilakukan oleh Yayasan Mitra Tani Mandiri, Yayasan Timor Membangun, Caritas Australia dan Institut Teknologi Bandung dengan Pemerintah Kabupaten TTU, teristimewa bagi Tim Riset Institut Teknologi Bandung dalam membuat pengembangan model iklim untuk proyeksi curah hujan, penentuan perkiraan masa tanam, analisis potensi bencana dan penyebaran penyakit  terkait  perubahan iklim di Kabupaten Timor Tengah Utara, Tahun 2014 sampai dengan Tahun 2019 yang akan datang.

Bupati TTU juga berharap peta yang telah ada, dapat dimanfaatkan oleh semua Dinas/Instansi dan LSM agar dapat diselaraskan dengan Program Pembangunan di Kabupaten TTU yang saat ini dipimpin oleh dirinya dan Wakil Bupati Aloysius Kobes,S.Sos, sehingga semua program pembangunan dapat berjalan dan berhasil dengan baik.

Sementara itu, DR.Armisusandi,MT selaku Ketua Tim Riset ITB dalam pemaparan materinya mengatakan, peta proyeksi curah hujan, penentuan perkiraan masa tanam, analisis potensi bencana dan penyebaran penyakit  terkait  perubahan iklim di Kabupaten Timor Tengah Utara,bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar lebih adaptif, atau dapat menyesuaikan rencana kerja berdasarkan perubahan iklim baik dibidang pertanian lahan kering, lahan basah, bidang peternakan dan perikanan serta tanggap terhadap bencana alam yakni pembangunan infrastruktur dan pencegahan penyebaran penyakit yang sekiranya terjadi.

Dalam membuat peta proyeksi ini,  data yang diambil merupakan data lapangan yang telah teruji kebenarannya, kemungkinan gagal sangat kecil. Karenanya, pemerintah dan masyarakat Kabupaten TTU dapat memanfaatkan  hasil penelitian ITB untuk kegiatan pembangunan di daerah ini.  Setiap tahun peta proyeksi akan berubah, karena itu, Pemerintah dan semua pihak harus dapat berkoordinasi sehingga setiap tahun dapat mengeluarkan peta proyeksi perubahan iklim untuk dapat dimanfaatkan. Acara diakhiri dengan dialog bersama terakit materi yang disampaikan oleh Ketua Tim Riset ITB.

Sumber : Bagian Humas dan Protokol Setda TTU

 

 

 

Hits: 2078