• Selamat Hari Raya Idul Fitri 1441 H
  • Bukit Tuamese
  • Pantai Wini - Insana Utara
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Pacuan Kuda di Tanjung Bastian
  • Kantor Bupati Kabupaten TTU
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • SELAMAT HUT RI KE-74. DIRGAHAYU NKRI. MERDEKA!
  • Kantor DPRD Kabupaten TTU
  • DIRGAHAYU KOTA KEFAMENANU. SELAMAT HUT KE-96
  • PLBN Wini

Rapat Kerja Gubernur NTT di Kabupaten TTU

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laikodat dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Timor Tengah Utara berkesempatan menyelenggarakan rapat kerja bersama perangkat daerah, para camat, kepala desa dan lurah, tenaga kesehatan dan tenaga pendidikan se kabupaten timor tengah utara. Rapat tersebut berlangsung di bale biinmaffo, Rabu 12 Februari 2020, dihadiri oleh Dandim 1618 TTU dan jajarannya, Kapolres TTU dan jajarannya, Ketua DPRD TTU, pimpinan LSM, para tokoh agama dan undangan lainnya.

Bupati Timor Tengah Utara Raymundus Sau Fernandes, S.Pt mengawali rapat kerja dimaksud, melaporkan kondisi terakhir Kabupaten TTU. Fernandes menjelaskan bahwa pada musim tanam 2019/2020 sebanyak 11 kecamatan di Kabupaten TTU mengalami gagal tanam akibat anomali cuaca, sedangkan 13 kecamatan lainnya hingga saat ini masih dalam kondisi yang tidak menentu akibat curah hujan yang tidak stabil. Kondisi tersebut lanjut Fernandes akan berujung pada ancaman paceklik bagi sebagian besar masyarakat di Kabupaten TTU pada akhir Desember 2020 hingga awal 2021. Untuk itu pemerintah kabupaten TTU telah mengambil kebijakan dengan mengarahkan penyusunan APBDes seluruh desa di Kabupaten TTU untuk mengalokasikan sebagian dana dalam mengantisipasi kerawanan pangan tahun ini. Selain itu lanjut Fernandes pemerintah kabupaten juga telah menyiapkan stock beras untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam kesempatan tersebut Fernandes meminta perhatian Gubernur NTT untuk dapat membantu  daerah ini dalam mengantisipasi kerawanan pangan, yang besar kemungkinan akan dihadapi pada akhir tahun 2020 dan awal tahun 2021.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Laiskodat dalam arahannya menjelaskan bahwa kunjungan kerja yang dilakukannya tersebut, merupakan rangkaian perjalanannya ke seluruh Kabupaten di Pulau Timor untuk melihat langsung perkembangan pembangunan dan kehidupan masyarakat di NTT.  Dihadapan para peserta rapat kerja tersebut Laiskodat menjelaskan bahwa ada beberapa hal yang menurutnya sangat serius untuk disampaikan dan perlu ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah TTU bersama para tokoh masyarakat, khususnya bersama gereja, untuk mengambil langkah-langkah strategis.

Salah satu hal yang disoroti Laiskodat adalah masalah stunting di TTU yang menempati urutan tertinggi NTT dengan angka 42%. Tingginya angka stunting kata Laiskodat bukan hanya disebabkan oleh masalah kesehatan semata. Menurutnya masalah sosial kemasyarakatan menjadi penyumbang terbesar meningkatnya angka stunting. Anak yang lahir dari pasangan yang tidak sah, menjadikan anak tersebut tidak dijangkau bantuan-bantuan dari pemerintah karena secara administratif tidak tercatat. Selain itu, kehamilan yang terlambat dilaporkan, juga disinyalir menjadi penyebab tingginya angka stunting karena minimnya intervensi kesehatan untuk ibu hamil tersebut.

Laiskodat berharap masalah-masalah itu dapat menjadi perhatian serius para camat, para kepala desa, gereja dan pemerintah kabupaten, secara khusus para petugas kesehatan untuk dapat mengambil langkah-langkah intervensi  sesuai kemampuan yang dimiliki. Oleh karena itu Laiskodat mendorong pemerintah daerah TTU untuk sungguh-sungguh menindaklanjuti persoalan tersebut.  Jika kelahiran anak dengan stunting semakin tinggi dan terus melonjak, maka NTT akan mempunyai generasi yang tidak bisa diharapkan. Mimpi NTT Bangkit Menuju NTT Sejahtera hanya akan menjadi cerita. Semboyan yang enak didengar tapi dalam implementasinya tidak ada, karena generasi yang akan membawa NTT menuju provinsi yang maju dan beradab, yang penuh dengan inovasi, yang mampu menggunakan teknologi dengan hebat, tidak bisa diharapkan karena generasi kita adalah generasi stunting.

Usai Raker tersebut, setelah makan siang bersama kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan Gubernur ke lokasi Wisata Alam Oeluan dan selanjutnya meneruskan perjalanan kunjungan kerja ke Kabupaten TTS.

(Fyan)

Hits: 281