• SELAMAT HUT RI KE-75. DIRGAHAYU INDONESIA. MERDEKA!
  • Bukit Tuamese
  • Pantai Wini - Insana Utara
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Pacuan Kuda di Tanjung Bastian
  • Kantor Bupati Kabupaten TTU
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Kantor DPRD Kabupaten TTU
  • DIRGAHAYU KOTA KEFAMENANU. SELAMAT HUT KE-96
  • PLBN Wini

Pelantikan Rektor Unimor

Bertempat di gedung Student Center Unimor - Kefamenanu, Sabtu 12 Juli 2014, DR. Sirilius Seran, MS dilantik lagi menjadi Rektor Universitas Timor – Kefamenanu oleh Ketua Yayasan Pendidikan Cendana Wangi, Drs. Frans Uskono, berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Pendidikan Cendana Wangi Nomor: 72/SK.01/P/YS/VI/2014, tentang Pengangkatan Rektor Universitas Timor Periode 2014 - 2018. Acara pelantikan tersebut dihadiri, Wakil bupati TTU, Aloysius Kobes, S.Sos, Kapolres TTU, Kasdim 1618 TTU, Pejabat yang mewakili Kajari Kefamenanu, Pejabat yang mewakili Ketua Pengadilan negeri Kefamenanu, ketua dewan Pembina Yayasan Pendidikan Cendana Wangi, Drs. Anton Amaunut, para pimpinan Fakultas, para Dosen, dan utusan mahasiswa dari 4 Fakultas di Unimor serta undangan lainnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Cendana Wangi, Drs. Frans Uskono, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pelantikan Rektor Unimor periode 2014 – 2018 itu, telah melalui mekanisme dan prosedur yang benar. Untuk itu, Rektor Terpilih, DR. Sirilius Seran, MS, dipercaya dapat mengatur dan mengantar Unimor untuk memiliki output yang berkualitas, berakhlak mulia dan memiliki budi pakerti yang baik sesuai dengan visi dan misi Unimor. Dan untuk mencapai output yang berkualitas, dibutuhkan pula dosen yang berkualitas, tandasnya. Lebih dari itu, Unimor juga harus tetap focus pada pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Menyinggung soal Penegrian Unimor yang tinggal menghitung hari, Frans Uskono, juga mengatakan Rektor terlantik yang masih dipercaya untuk kedua kalinya itu, harus menjaga dan meningkatkan aset, sumber daya manusia, sarana dan prasarana unimor untuk kepentingan pendidikan berkualitas sesuai dengan amanat undang-undang sistim pendidikan nasional serta harus mampu melakukan komunikasi yang intens dengan semua elemen dan pimpinan fakultas di Unimor sehingga dapat mencapai tujuan tri dharma Perguaruan tinggi. Selain itu, ketua yayasan Cendana Wangi juga meminta Rektor terlantik untuk mempersiapkan berbagai hal, termasuk asset yang akan diserahkan ke Pemerintah menyambut perubahan status Unimor jadi perguruan tinggi Negeri.

Sementara, Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes, S.Sos dalam sambutannya pada kesempatan tersebut, mengatakan bahwa dalam kaitannya dengan Unimor sebagai suatu Perguruan Tinggi yang sedang berjuang menggapai mimpi, cita-cita dan harapan dari para perintis dan pendirinya, maka jabatan Rektor merupakan jabatan yang strategis. Dikatakan strategis, karena di dalam jabatan tersebut mengandung suatu kewajiban dan tanggungjawab yang tidak ringan yakni bagaimana menjaga dan meningkatkan martabat dan kehormatan Unimor sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi yang sedang berupaya melewati masa transisi menuju sebuah perguruan tinggi yang berkualitas, dan mampu bersaing dengan Perguruan Tinggi lainnya di kawasan Timur Indonesia.

Sehubungan dengan itu, maka pada kesempatan tersebut, Wabup Kobes, menitipkan beberapa pesan kepada Bapak Rektor Unimor beserta jajarannya, antara lain; Pertama, Unimor harus bisa menghasilkan output yang berkualitas. Beban tanggungjawab tersebut memiliki implikasi terhadap pentingnya aspek profesionalitas dan kompetensi para dosen . Oleh karena itu, Rektor Unimor harus tetap memberikan perhatian secara khusus mulai dari perekrutan calon dosen, pendidikan dosen, peningkatan profesionalitas, sampai dengan perlindungan dan kesejahteraan dosen. Kelayakan menjalani profesi dosen sangat diperlukan mengingat tugas dosen memiliki ukuran multi-dimensional yang sangat kompleks dan terkait dengan penyiapan generasi penerus yang lebih baik dalam hal pengetahuan, keterampilan dan sikap. Kedua, Unimor harus mampu mengembangkan atmosfer akademik yang baik. Untuk itu Wabup Kobes juga berharap agar Rektor harus bisa mengajak sebanyak mungkin sivitas akademika untuk bersama-sama mengembangkan atmosfer akademik di kampus Unimor. Selain itu, harus dibiasakan pula memberikan penghargaan atau apresiasi kepada sivitas akademika yang berprestasi. Ketiga, Salah satu tantangan dalam pembangunan SDM di Kabupaten TTU adalah masalah aksesibilitas masyarakat tidak mampu terhadap jenjang pendidikan tinggi. Oleh karena itu, Wabup juga berharap agar Unimor mampu membuka kesempatan seluas-luasnya bagi anak-anak TTU, khususnya dari keluarga tidak mampu tapi memiliki prestasi untuk juga bisa mengenyam pendidikan di Universitas Timor. Keempat, sebagaimana kita ketahui kata Wabup Kobes, bahwa Unimor sedang dalam proses untuk menjadi sebuah Perguruan Tinggi Negeri. Wabup Kobes mengingatkan seluruh sivitas akademika Unimor bahwa perjuangan tidak boleh berhenti ketika perubahan status dari swasta ke negeri tersebut nantinya menjadi kenyataan. Tetapi marilah kita maknai perubahan status tersebut sebagai sebuah tonggak baru yang menandai berakhirnya masa transisi Unimor menuju suatu era baru Unimor yang lebih menjanjikan dalam berbagai aspek Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Pada kesempatan tersebut juga, Rektor terlantik, DR. Sirilius Seran, MS, meminta semua komponen untuk bersehati, bersama-sama membangun Unimor ke depan khususnya dalam masa persiapan menyambut status penegrian Unimor jadi perguruan tinggi negeri.


Sumber : Bagian Humas dan Protokol Setda TTU

Hits: 5255