• DIRGAHAYU HUT KOTA KEFAMENANU KE-95
  • Met Ultah 95 Tahun Kota Kefamenanu
  • Kantor DPRD Kabupaten TTU
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Pacuan Kuda di Tanjung Bastian
  • Kantor Bupati Kabupaten TTU
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara

Pelantikan Penjabat Kepala Desa Sainiup

Ke depan, Pemilihan Kepala Desa akan dilakukan secara serentak di seluruh wilayah Kabupaten / Kota, sebagimana diamanatkan oleh UU Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa, bagian ketiga, tentang pemilihan Kepala Desa, pasal 31 ayat 1. Dan sesuai rencana, khusus untuk Kabupaten TTU, akan dilakukan Pemilihan Kepala Desa secara serentak pada tanggal 11 Maret 2015 yang akan datang. Untuk itu, disampaikan kepada seluruh Desa, yang sampai dengan saat ini telah berakhir masa jabatan Kepala Desanya, agar segera dipersiapkan sehingga pada waktu yang telah ditentukan, dapat melaksanakan Pemilihan Kepala Desa secara serentak di Kabupaten TTU. Hal ini disampaikan Bupati TTU, Raymundus Sau Fernandes, S.Pt pada acara Pelantikan Penjabat Kepala Desa Sainiup Kecamatan Biboki Selatan, Rabu, 18 November 2014. Turut hadir pada pelantikan tersebut,  Kepala  BPMPD Kab. TTU,  Kadis. Peternakan Kab. TTU, Kabag. Humas dan Protokol Setda TTU, Kepala Kantor PDE dan SD Kab. TTU, Camat Biboki Selatan, Kapolsek Biboki Selatan, Danramil Kec. Biboki Selatan, serta seluruh masyarakat Desa Sainiup.

Lebih Jauh Bupati Fernandes mengatakan kewajiban Pemerintah Kabupaten melalui BPMPD dan Pemerintah Kecamatan adalah membantu mempersiapkan masyarakat untuk dapat melaksanakan kegiatan Pemilihan Kepala Desa secara serentak, sebagaimana tersebut di atas melalui kegiatan pembentukan Panitia Pemilihan Kepala Desa, pendataan Pemilih yang sudah memenuhi syarat dan mempersiapkan Perangkat Desa.

Sehubungan dengan persiapan musim tanam tahun 2014 ini, Bupati Fernandes meminta seluruh perhatian masyarakat untuk mempersiapakan lahan pertanian / kebunnya masing-masing sesuai dengan semangat program Padat Karya Pangan, dimana setiap masyarakat wajib memiliki kebun seluas 25 are per pertahun. Untuk tahun 2014, semua petani sudah harus memiliki luas areal pertanian 1 Hektar. Terkait dengan program padat Karya Pangan tersebut, Bupati Fernandes menegaskan bagi masyarakat yang tidak miliki lahan kebun akibat malas, jangan diberikan bantuan pemerintah dalam bentuk apa saja. Karena, lanjut Fernandes, Negara tidak memilihara orang Pemalas kerja, Negara hanya memelihara orang miskin, sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945.

Sedangkan terkait dengan masalah kekeringan yang hampir melanda seluruh wilayah Kabupaten TTU, Bupati Fernandes mengingatkan seluruh masyarakat untuk berhenti berkebun dengan pola tebas bakar / berpindah pindah, dan beralih kepada berkebun dengan pola kebun menetap, dan kembali melakukan reboisasi / menghutankan kembali tanah yang gundul akibat tebas bakar. Sementara terkait dengan program Sari Tani, yang merupakan salah satu Program Pemberdayaan yang dimotori Pemerintah Kabupaten TTU, Bupati Fernandes, menyampaikan bahwa pada tahun anggaran 2015 yang akan datang, Pemerintah Daerah Kabupaten TTU telah mengalokasikan dana sebesar RP.30.300.000.000, - (tiga puluh milyard tiga ratus juta rupiah) untuk membiayai program Sari tani, yang akan menyebar pada 101 desa di seluruh TTU, dengan masing-masing desa sebesar RP. 300.000.000,- . Lanjut Fernandes, Dana Sari tani adalah dana yang diberikan Pemerintah Daerah kepada masyarakat di desa untuk menjawab keluhan masyarakat tentang kekurangan modal usaha masyarakat. Selain itu, dana Sari Tani tersebut merupakan dana abadi di desa yang tidak akan diambil kembali oleh Pemerintah Kabupaten. Untuk itu, diharapkan agar melalui dana Sari Tani tersebut, masyarakat dapat terbantu untuk meningkatkan kesejahteraannya. Bupati Fernandes juga menegaskan agar dana sari tani tersebut tidak boleh hilang dan tenggelam di tangan masyarakat, karena akan berurusan dengan hukum yang berlaku.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Fernandes menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjalankan program Pemerintah Kabupaten TTU.

Sementara itu, Camat Biboki Selatan, Hendrik Bouk, SH, kepada petugas Humas dan Protokol setda TTU, usai kegiatan tersebut, menuturkan bahwa dalam waktu dekat, Pemerintah Kecamatan Biboki Selatan akan segera berkoordinasi dengan pihak Polsek dan Danramil Biboki Selatan untuk melaksanakan kegiatan Pemeriksaan kebun masyarakat, di seluruh wilayah Kecamatan Biboki Selatan, sebagai tindak lanjut dari Program Padat karya Pangan. Terkait dengan Pemeriksaan kebun masyarakat tersebut, menurut camat Hendrik, akan dilakukan pemeriksaan kebun terlebih dahulu terhadap Kepala Desa, Sekretaris Desa, Perangkat Desa, dan selanjutnya baru dilakukan pemeriksaan terhadap kebun masyarakat. Karena menurutnya, Pemimpin harus menjadi contah dan teladan bagi masyarakat dalam segala hal termasuk dalam hal berkebun. Dan kepada masyarakat yang tidak memiliki kebun, akan diberikan sanksi dengan tidak diberikan bantuan pemerintah apa saja, sebagaimana yang telah disampaikan Bupati, tandasnya.

Sumber : Humas dan Protokol Setda TTU

Hits: 1393

Traffic

  • IP: 54.221.136.62
  • Browser: unknown
  • Browser Version: unknown
  • Operating System: unknown