• Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Mohon Maaf Lahir & Batin
  • DIRGAHAYU RI 76
  • Pantai Wini - Insana Utara
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Pacuan Kuda di Tanjung Bastian
  • Kantor Bupati Kabupaten TTU
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Bukit Tuamese
  • Kantor DPRD Kabupaten TTU
  • PLBN Wini

Bupati TTU Tandatangan Perjanjian Kinerja Dengan Pimpinan Perangkat Daerah

Bupati Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Drs. Juandi David melakukan penandatanganan perjanjian kinerja (PK) dengan seluruh pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara dari tingkat kabupaten hingga tingkat kecamatan, Selasa (15/02/2022).

Bupati TTU Drs. Juandi David dalam  sambutannya yang dibacakan Wakil Bupati Drs. Eusabius Binsasi mengharapkan penandatanganan perjanjian kinerja ini tidak bersifat formalitas semata, atau demi pemenuhan tuntutan aturan semata, namun harus benar-benar berdampak pada peningkatan kinerja seluruh perangkat daerah dalam rangka mencapai visi dan misi daerah yang telah termuat dalam RPJMD Kabupaten Timor Tengah Utara 2021-2026.

Perjanjian kinerja ini, menurut Juandi David merupakan salah satu unsur penting dari enam unsur penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP).

Pada tahun 2021 lalu, imbuh Bupati Juandi, hasil penilaian SAKIP oleh Kementrian PAN RB terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten TTU adalah  berada pada skor  50,22  yang masuk dalam klasifikasi cukup atau memadai. Sedangkan target pada tahun 2022 ini sebagaimana yang termuat dalam RPJMD 2021-2026, maka skor SAKIP kita harus berada  pada skor  56.

"Saya harapkan seluruh pimpinan perangkat daerah benar-benar memperhatikan secara baik setiap indikator kinerja yang telah diuraikan secara jelas dalam perjanjian kinerja para pimpinan perangkat daerah maupun turunannya kepada para pejabat eselon III dan para pejabat fungsional hingga pelaksana agar bisa mencapai skor yang diharapkan tersebut,"ujarnya. 

Lanjut  Juandi bahwa, hingga saat ini ukuran  kegagalan dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi perangkat daerah karena masih berfokus pada kemampuan perangkat daerah dalam menyerap anggaran yang dialokasikan (Aspek input) dan  belum berfokus pada aspek keluaran (aspek output) hingga outcomes. 

Padahal, beber, Juandi untuk dapat mengetahui keberhasilan  maupun kegagalan organisasi terlihat dari  aktivitas organisasi yang dapat diukur dan indikator pengukuran tidak hanya berdasarkan input tetapi juga berdasarkan kepada keluaran atau asas manfaat dari suatu program/kegiatan.

Oleh karena itu, urai Juandi, Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah mengamanatkan bahwa selain laporan keuangan setiap instansi pemerintah juga yang wajib disusun adalah  laporan kinerja.

"Kinerja itu keluarannya hasil dari kegiatan/program yang hendak atau telah dicapai sehubungan dengan penggunaan anggaran dengan kuantitas dan kualitas yang terukur," imbuh Juandi. 

Perjanjian Kinerja yang telah disusun secara berjenjang, lanjut Juandi, belum sepenuhnya dimonitor, dievaluasi  dan disimpulkan secara periodik. Sehingga berkaca dari pengalaman sebelumnya, terhadap perjanjian kinerja,  kita belum maksimal dalam melakukan evaluasi secara berjenjang dari pimpinan hingga tingkat paling bawah. 

"Evaluasi baru dilakukan terhadap serapan anggaran, yang seharusnya dilakukan pula terhadap capaian target-target kinerja sasaran yang telah diperjanjikan. Sehingga hasil dari evaluasi tersebut dapat dijadikan salah satu dasar perencanaan anggaran tahun selanjutnya,"ujar Juandi. 

Oleh karenanya diharapkan OPD terkait antara lain, Bagian Organisasi, Bapelitbangda, Inspektorat maupun OPD terkait   lainnya dapat memainkan perannya secara maksimal demi meningkatnya kinerja pelayanan publik di kabupaten TTU, lanjutnya. 

Bupati Juandi mengatakan, semua indikator yang tertera dalam perjanjian kinerja tersebut hanya akan terwujud jika terjadi perubahan pola kerja dan pola pikir.

"Pola kerja lama seperti, pola kerja lamban, menunggu diperintah, tidak inovatif, lebih suka dilayani daripada melayani dan orientasi kerja yang mementingkan diri sendiri, adalah contoh cara-cara kerja lama  yang harus ditinggalkan," pungkas Juandi mengakhiri sambutannya.

Lius Salu, editor : Kristo Ukat

Hits: 547

Traffic

  • IP: 3.238.252.196
  • Browser: unknown
  • Browser Version: unknown
  • Operating System: unknown