Obyek Wisata di Kabupaten TTU

Ada beberapa jenis Obyek Wisata (OW) yang ada di Kab. TTU yakni OW alam, budaya, religi dan sejarah. OW yang sudah mulai dikembangkan meliputi :

  • Alam : Tanjung bastian, Oeluan, Benkoko dan Kolam renang Taekas
  • Budaya : Tamkesi, Maslete dan Oelolok
  • Religi : Gua Bitauni dan Kure di Noemuti
  • Sejarah : Napaktilas sejarah Kota Kefamenanu


Selain OW yang sudah disebutkan di atas, terdapat pula Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) yang belum tersentuh atau belum dikembangkan karena berbagai keterbatasan. ODTW dimaksud adalah :
1. Alam : Air terjun Pah Koto, Batu Putih (pulau yang terbentuk pada saat air laut pasang naik), Bukit Puna Sinai (dengan view Kota Kefamenanu dan “diwarnai” dengan pemandangan ratusan ekor monyet), Gua Popnam (di dalamnya terdapat sebuah kolam, jaraknya kira-kira 100 m dari Kolam renang Taekas), serta Puncak Tunnoe dengan view yang sangat indah (tampak pantai Wini, Kiupukan, Kota Kefamenanu dan sebagian wilayah Ambeno RDTL).
2. Budaya : beberapa jenis kesenian dan tradisi yang menarik seperti Manatika (olah raga tradisional yaitu adu ketangkasan dan kekuatan kaki dengan saling menendang. Bisa disebut sebagai “Taekwondo” tradisional), Takanab (sastra lisan untuk menyambut tamu), Bonet yaitu sejenis tarian yang pesertanya mencapai puluhan orang, membentuk lingkaran dan saling berpegangan tangan. Sambil menari dengan pola tertentu yang sudah lazim, pesertanya juga menyanyikan sebuah syair.
3. Geowisata (Kata Geo, bisa dipahami sebagai Geologi, dapat pula dimaknai sebagai Geografi) : ODTW perbatasan RI – RDTL di Wini dan Napan, Semburan lumpur di Napan (Oe poto), Breksi (bukit karang yang tumbuh dari gunung api di bawah laut namun tidak aktif lagi) di Manufonu dan Wini
4. Minat khusus : Breksi atau deretan perbukitan karang di Manufonu dan Wini dapat dikembangkan untuk hiburan paralayang dan panjat tebing, Sail Indonesia di mana Wini menjadi salah satu titik labuh.
Wisata pengetahuan : pengembangan Geo wisata sebagai wisata pengetahuan  yakni Semburan lumpur di Napan, Pintu perbatasan di Napan dan Wini (Geografi dan Sejarah), Breksi dan ratusan jenis bebatuan di Bakitolas, Benus dan Manamas. Wisata pengetahuan dapat dikembangkan dengan tujuan untuk memperluas wawasan peserta didik dengan cara memperkenalkan obyek tertentu yang telah dipelajari di kelas (geologi, geografi dan sejarah).