• Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Mohon Maaf Lahir & Batin
  • DIRGAHAYU RI 76
  • Pantai Wini - Insana Utara
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Pacuan Kuda di Tanjung Bastian
  • Kantor Bupati Kabupaten TTU
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Bukit Tuamese
  • Kantor DPRD Kabupaten TTU
  • PLBN Wini

Wabup TTU Buka Rakorwil Nusantara VI RRI Dalam Rangka Evaluasi Program Kerja 2022

Wakil Bupati Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Drs. Eusabius Binsasi membuka Rapat Koordinasi Wilayah Nusantara (Korwilnus) RRI Wilayah VI Kupang, RRI Ende dan RRI Atambua yang dilaksanakan di Aula Hotel Livero Kefamenanu, Senin (21/3/2022).

Rakorwilnus tersebut dalam rangka evaluasi dan peyusunan program kerja tahun 2022. 

Wakil Bupati Eusabius dalam kata sambutannya menyebut, media massa memiliki peran yang strategis untuk menyampaikan informasi, membangun opini publik dan membentuk persepsi dari masyarakat terkait dengan suatu isu.

Hadirnya UU Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran menetapkan Radio Repoblik Indonesia (RRI) menjadi lembaga penyiaran publik.

Sebagai lembaga penyiaran publik, kata Eusabius, RRI menjadi milik negara yang semakin berkembang dan terus memperluas jangkauan siarannya. RRI berusaha hadir di tengah-tengah masyarakat memberi informasi akurat dan terpercaya. Tak hanya di perkotaan, RRI juga hadir di wilayah perbatasan NKRI.

RRI, Ujar Eusabius menjadi sabuk pengaman informasi karena di sana yang terdengar adalah radio-radio milik negara tetangga. Seperti adanya siaran asing dari Timor Leste yang memasuki teritorial negara Indonesia menjadi permasalahan tersendiri untuk masyarakat wilayah perbatasan karena informasi yang masuk bisa mempengaruhi semangat kebangsaan apalagi ketika negara tidak hadir untuk memenuhi hak masyarakat terkait dengan akses informasi masyarakat di wilayah perbatasan. 

Selama ini, imbuh Eusabius, lembaga penyiaran swasta kurang memberikan perhatian pada wilayah perbatasan sehingga diharapkan RRI sebagai lembaga penyiaran publik dapat mengatasi kesenjangan yang ada di wilayah perbatasan melalui program on air maupun off air. 

Wakil Bupati TTU ini  mengungkapkan, pemerintah Kabupaten TTU akan terus mendukung sepenuhnya upaya LPP - RRI memperluas jaringan siaran hingga ke pelosok-pelosok teristimewa di wilayah perbatasan dengan alasan, pertama untuk membuka isolasi informasi karena siaran di wilayah perbatasan, didominasi oleh siaran luar negeri.

Kedua, memberikan keadilan informasi, karena masyarakat di pelosok-pelosok dan perbatasan, memiliki hak yang sama untuk mengetahui dinamika berbangsa dan bernegara juga mendapatkan informasi pembangunan dari pemerintah pusat sampai daerah. 

Ketiga, menanamkan rasa kebangsaan nasionalisme dan patriotisme. 

Lebih lanjut Eusabius mengatakan, Radio Repoblik Indonesia (RRI) merupakan satu-satunya radio yang menyandang nama negara mengandung arti bahwa dengan nama tersebut siarannya ditujukan untuk kepentingan negara. 

RRI sebut mantan Kakanwil Kementrian Agama Provinsi NTT ini, mempunyai tugas memberikan pelayanan informasi, pendidikan, hiburan yang sehat, mengontrol dan menjadi perekat sosial, serta melestarikan budaya bangsa untuk kepentingan seluruh lapisan masyarakat melalui penyelenggaraan penyiaran radio yang menjangkau seluruh Negara Kesatuan Repoblik Indonesia (NKRI). 

Sehubungan dengan rapat koordinasi dalam rangka evaluasi dan penyusunan program kerja Lembaga Penyiaran Publik (LPP) wilayah VI yang meliputi Kupang, Ende dan Atambua, Wakil Bupati  Drs. Eusabius Binsasi menekankan empat prinsip yang perlu diperhatikan sebagai acuan antara lain, 

Pertama, siaran RRI harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat di seluruh wilayah negara kesatuan repoblik indonesia termasuk daerah perbatasan, daerah terpencil dan tertinggal. 

Kedua, siaran RRI harus mencerminkan keragaman yang merefleksikan struktur keragaman, realitas sosial, ekonomi  dan budaya masyarakat (kearifan lokal). 

Ketiga, programnya harus mencerminkan identitas budaya nasional dan terus menjaga citra positif bangsa indonesia di dunia internasional. Keempat, RRI hadir sebagai agent of change (institusi pelopor perubahan).

Dengan tiga  prinsip penyiaran ini, kedepan, pungkas Eusabius, RRI akan memberi dampak bagi perubahan dan kemajuan pembangunan yakni menciptakan lapangan kerja karena RRI turut menghidupkan industri lain yang terkait dan menjadi sumber kekuatan, alat kontrol, manajemen serta inovasi dalam pembangunan.

Usai acara pembukaan dilanjutkan dengan dialog interaktif dengan nara sumber Wakil Bupati TTU, Ketua DPRD TTU, Kepala Dinas Pertanian dan pegiat pertanian dengan tema, Pemberdayaan  Masyarakat TTU di bidang pertanian. 

Lius Salu, editor : Kristo Ukat

Hits: 325

Traffic

  • IP: 35.172.111.71
  • Browser: unknown
  • Browser Version: unknown
  • Operating System: unknown