• Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1443 H Mohon Maaf Lahir & Batin
  • DIRGAHAYU RI 76
  • Pantai Wini - Insana Utara
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Pacuan Kuda di Tanjung Bastian
  • Kantor Bupati Kabupaten TTU
  • Kapal Pesiar di Pelabuhan Wini Insana Utara
  • Bukit Tuamese
  • Kantor DPRD Kabupaten TTU
  • PLBN Wini

Bupati TTU Jadi Irup Hardiknas 2022

Kabupaten Timor Tengah Utara memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2022 dengan menggelar upacara bendera di halaman depan  Kantor Bupati TTU, Selasa (17/5/2022).

Dengan berpakaian motif Mutis Kecamatan Mutis, Bupati Timor Tengah Utara, Drs. Juandi David menjadi Inspektur Upacara (Irup).Turut hadir Wakil Bupati TTU, Drs. Eusabius Binsasi, Kapolres TTU, Ketua Pengadilan Negeri Kefamenanu, Pejabat yang mewakili Dandim 1618/TTU, Pejabat yang mewakili Kejari  TTU, Para staf ahli Bupati  TTU dan para asisten Sekda TTU, Ketua TP. PKK Kabupaten TTU, Dra. Elvira B. Ogom serta Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terlihat berpakaian adat.

Dalam amanatnya, Bupati Juandi David  membacakan pidato dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, Nadiem Anwar Makarim yang menyampaikan, selama dua tahun terakhir, banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi bersama  yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. 

Bahkan, kita mungkin tidak pernah membayangkan bahwa kita semua dapat mengatasinya. 

"Hari ini, saudara-saudariku, adalah bukti. Bukti bahwa kita jauh lebih tangguh dari semua tantangan, lebih berani dari rasa ragu dan tidak takut untuk mencoba. 

Kita tidak hanya mampu melewati, tetapi berdiri di garis depan untuk memimpin pemulihan dan kebangkitan". 

Ditengah hantaman ombak yang sangat besar, kita terus melautkan kapal besar bernama Merdeka Belajar, yang di tahun ketiga ini telah mengarungi pulau-pulau di seluruh Indonesia.  Kurikulum merdeka, yang berawal dari upaya untuk membantu para guru dan murid di masa Pandemi, terbukti mampu mengurangi dampak hilangnya pembelajaran.

Kini kurikulum Merdeka sudah diterapkan di lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Itu berarti bahwa ratusan ribu anak Indonesia sudah belajar dengan cara yang jauh lebih menyenangkan dan memerdekakan. 

Anak-anak kita juga tidak perlu lagi khawatir dengan tes kelulusan karena asesmen nasional yang sekarang kita gunakan tidak bertujuan untuk “menghukum” guru atau murid, tetapi sebagai bahan refleksi agar guru terus terdorong untuk belajar, supaya kepala sekolah termotivasi untuk meningkatkan kualitas sekolahnya menjadi lebih inklusif dan bebas dari ancaman tiga dosa besar pendidikan. 

Semangat yang sama juga sudah kita dengar dari para seniman dan pelaku budaya, yang sekarang mulai bangkit lagi, mulai berkarya lagi dengan lebih merdeka.

Itu semua berkat kegigihan kita untuk melahirkan terobosan dana abadi kebudayaan dan kanal budaya pertama di Indonesia. Dampaknya, sekarang tidak ada lagi batasan ruang dan dukungan untuk berekspresi, untuk terus menggerakan pemajuan kebudayaan. 

Semua perubahan positif yang kita usung bersama ini tidak hanya dirasakan oleh para orang tua, guru dan murid di Indonesia, tetapi sudah digaungkan sampai ke negara-negara lain melalui presidensial Indonesia di Konferensi tingkat tinggi G20.

Tahun ini kita membuktikan diri bahwa kita tidak lagi hanya pengikut, tetapi pemimpin dari gerakan pemulihan dunia.

"Langkah kita hari ini sudah semakin serentak, laju kita sudah semakin cepat. Namun, kita belum sampai di garis akhir. Maka, tidak ada alasan untuk berhenti bergerak meski sejenak. Ke depan, masih akan ada angin yang kencang dan ombak yang jauh lebih besar, serta rintangan yang jauh lebih tinggi. Dan kita akan terus memegang komando, memimpin pemulihan bersama, bergerak untuk Merdeka Belajar,"katanya.

Lius Salu, editor : Kristo Ukat

Hits: 171

Traffic

  • IP: 3.235.78.122
  • Browser: unknown
  • Browser Version: unknown
  • Operating System: unknown